Sarana Informasi Bidang Informatika.

Pengujian Alpha Dan Pengujian Beta Beserta Contohnya



Asalamualikum sahabat, kali saya akan mengulas sedikit mengenai pengujian alpha serta pengujian beta, segera saja dikaji ya sahabat, mudah-mudahan berguna.

Pengujian BETA serta ALPHA

Jika PL di buat untuk pelanggan jadi bisa dikerjakan aceeptance test hingga sangat mungkin pelanggan untuk memvalidasi semua kepentingan. Test ini dikerjakan karna sangat mungkin pelanggan temukan kekeliruan yg lebih detil serta membiasakan pelanggan mengerti PL yg sudah di buat.

Pengujian Alpha

Dikerjakan pada bagian pengembang oleh seseorang pelanggan. PL dipakai pada setting yg alami dgn pengembang “yg memandang” lewat bahu pengguna serta merekam semuanya kekeliruan serta problem penggunaan.

Baca juga : Manfaat Teknologi Informasi Untuk Kehidupan Manusia

Pengujian Beta

Dikerjakan pada satu atau lebih pelanggan oleh pengguna akhir PL dalam lingkungan yg sesungguhnya, pengembang umumnya tak ada pada pengujian ini. Pelanggan merekan semuanya problem (real atau imajiner) yg didapati sepanjang pengujian serta memberikan laporan pada pengembang pada interval saat spesifik.

PERBEDAAN ON GOING EVALUATION, ALPHA TESTING DAN BETA TESTING

Ongoing evaluation : pelajari yang dikerjakan oleh pengembang sesuai sama standard dengan serta dikerjakan dalam sistem pengembangan serta tidak ada formulir resmi.

Alpha testing : Maksudnya adalah untuk identifikasi serta menyingkirkan sebanyak-banyaknya problem sebelumnya pada akhirnya hingga ke user, dikerjakan sesudah software jadi oleh beberapa orang yg tidak ikut serta dalam pengembangan serta memanglah pakar di bagiannya. Ada formulir resmi pelajari.

Beta testing : pelajari seutuhnya oleh pemakai. Pemakai diambil 3 orang yang dibagi jadi : mungkin, average, serta slow learner. Mereka diberitahukan prosedur pelajari, dilihat sistem pemakaiannya, diwawancarai lantas dinilai serta dikerjakan revisi.

Bagaimana Program Pengujiannya?

Pengujian program mencakup menggerakkan beragam pengujian lalu menggerakkan data yang sesungguhnya untuk meyakinkan program bekerja. Dua kesibukan paling utama yaitu desk-checking serta debugging. Cara barusan diberi nama pengujian alfa.

"Pengujian Black Box Dan Pengujian White Box"

Lakukan desk-checking. Desk-checking cuma membaca sampai selesai atau mengecek program untuk meyakinkan kalau program bebas kekeliruan serta kalau asumsinya dapat bekerja dengan baik. dengan kata beda, desk-checking sama dengan proofreading. Langkah ini mesti dikerjakan sebelumnya program betul-betul digerakkan pada suatu komputet.

Debug program. Sesudah program melalui desk-checking, kekeliruan beda atau bug tetap masih dapat keluar. Debug bermakna mendeteksi, meletakkan, serta mengubahkan semuanya kekeliruan pada suatu program computer. Kekeliruan dapat berbentuk kekeliruan sintaks atau logika. Kesalah sintaks dikarenakan oleh kekeliruan tipografi serta pemakaian bhs pemograman yg tidak benar. Kekeliruan logika dikarenakan pemakaian susunan kontrol yang salah. Program yang dimaksud diagnostic, bisa dipakai untuk mengecek sintaks program serta menghadirkan pesan kesalhn sintaks. program diagnostic setelah itu mebantu mengidentifikasi serta memechakan problem.

Menggerakkan data yang sesungguhnya. Sesudah desk-checking serta debugging program juga akan jalan dengan baik. Walau demikian, program masih tetap butuh ditest dengan dat riil, serta ini dimaksud pengujian beta. sesungguhnya begitu dianjurkan untuk menguji program dengan data yang rusak, tidak komplit atau lebih dari jumlah utuk lihat apakah juga akan buat system juga akan alami crash.

Tim pemograman bisa lakukan percobaan-percobaan dengan memakai data yang ditest tidak sama, sebelumnya mereka percaya program bisa dilaunching. Akan tetapi, setelah launching juga masih tetap berlangsung bug mengingat pencarian kekeliruan dengan komplit dilihat tidak ekonomis.

Baca juga : peranan struktur data json dan micro data bagi mesin pencari

Contoh Pengujian Alpha : Twitter Konfirmasi Tengah Lakukan Uji Alpha Atas Official Analystics Product




Twitter sudah mengkonfirmasi kalau mereka tengah lakukan uji product step alpha atas product analytics resmi punya mereka sendiri. Product ini juga akan memberi sarana untuk beberapa pemakai untuk lihat data statistik dari account yang mereka pakai, misalnya info mengenai Tweet yang paling sukses, Tweet spesifik yang buat orang yang lain meng-unfollow dan untuk lihat pemakai mana yang paling punya pengaruh yang pesannya di-reply serta di-retweet.

Artikel Terkait Lainnya :