Sarana Informasi Bidang Informatika.

Syntax-Driven Semantic Analysis

Analisa semantic yaitu satu sistem dibuatnya representasi semantic dari satu bhs misalnya bhs alami. Pendekatan yang dipakai dalam pekerjaan ini yaitu syntax driven semantic analysis yang untuk setelah itu dalam laporan ini juga akan dimaksud analisa semantic saja. Analisa semantic ini membatasi jangkauannya cuma pada pengetahuan static yang ada pada leksikon serta tata bhs. Pendekatannya berdasar pada pada principle of composionality JUR00 yang menyebutkan kalau makna dari satu kalimat dibuat dari makna bagian-bagiannya yakni kata. Terkecuali dari makna kata tersebut, makna satu kalimat juga di pengaruhi oleh posisi, pengelompokkan, serta rekanan antar kata pada kalimat itu. Pada umumnya sistem analisa semantic yaitu seperti berikut :



Analisa semantic dikerjakan lewat dua sistem yakni sistem yang berlangsung pada parser serta semantic analyzer. Pada parser dikerjakan parsing yakni sistem lakukan analisa posisi dari token, yang dalam hal semacam ini yaitu kata dalam kalimat untuk memastikan susunan tata bhs resmi yang didapatkan. Kalimat dimasukan jadi input kedalam parser hingga dibuat representasi sintaksis. Meskipun pada gambar keluaran dari parser berupa parse tree, keluaran bisa berupa representasi sintaksis yang beda seperti fitur structure, lexical defedency diagram dan sebagainya. Representasi semantic ini lalu dimasukan jadi input kedalam semantic analyzer untuk menghaslkan representasi semantic.
Satu kalimat dapat hasilkan lebih dari satu bentuk representasi sintaksis karna keambiguan bhs alami serta semua kalimat sepanjang sistem parsing juga akan hasilkan beragam gabungan bentuk representasi sintaksis. Dengan adanya banyak bentuk representasi sintaksis yang dibuat oleh sistem parsing jadi mustahil memasangkan satu bentuk representasi sintaksis dengan satu representasi semantik spesifik. Karenanya untuk dibuat representasi semantic untuk setiap representasi semantik yang dibuat oleh sistem parsing, jadi pengetahuan tentang semantiknya ditempatkan pada tiap-tiap tata bhs serta leksikonnya, karna seperti yang sudah dijelaskan terlebih dulu kalau semantic kalimat terdapat implicit berbentuk sintak kalimatnya. Hal semacam ini dimaksud rule-to-rule hypothesis JUR00. Sistem pembentukan representasi semantic juga akan searah dengan pembentukan representasi sintaksis karna pada sebagian ketentuan pembentuk representai sintaksis itu ditempatkan instruksi mengenai bagaimana representasi semantic dibuat. Instruksi itu dimaksud semantic attachment yang diterangkan pada subbab setelah itu.
Dengan bentuk untuk hasilkan reprsentasi semantic sistem yang dikerjakan pada parser serta semantic analyzer juga akan tampak jalan sekalian. Representasi semantic yang dibuat bisa di buat dalam notasi First Order Predicate Calculus (FOPC), Semantic Network dan sebagainya.
Kalimat “Adik Makan nasi” bisa dengan sederhana direpresentasikan berbentuk semantic network seperti berikut :


Atau berbentuk FOPC dengan sederhana direpresentasikan dengan makan (adik, nasi) atau seperti hasil representasi semantic yang di desain pada pekerjaan ini yakni berupa m, a, n moment (e, makan) ^ agent (m, a) ^ patient (m, n) ^ person (a, adik) ^ objek (n, nasi) faedah dengan dibuatnya representasi semantic itu yaitu supaya pemrosesan dari satu bhs alami bisa dikerjakan dengan automatis.
Terkecuali untuk bhs alami, sistem parsing serta analisa semantic juga dipakai pada teknik kompilator untuk mengolah satu bhs pemrograman jadi satu bhs mesin. Alur sistem yang dikerjakan sama sepereti yang dikerjakan pada pada bhs alami tetapi ketidaksamaanya yaitu kalau bhs pemrograman tidak berbentuk ambigu. Hal tersebut karena sebab sintaks bhs pemrograman di buat demikian rupa hingga tidak hasilkan representasi yang ambigu, satu diantaranya seperti pemakaian cara parsing LR atau LALR pada sistem parsing.